Jakarta, KompasOtomotif - PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan CBR150R rakitan lokal pada awal September lalu. KompasOtomotif sempat melakukan pengujian singkat untuk mencari kesan pertama dari motor sport anyar
tersebut. Tapi, masih ada rasa penasaran untuk menjajal lebih lama guna
mengetahui performa CBR150R versi lokal di jalanan umum sebagai
tunggangan harian. Model yang digunakan masih sama yakni tipe livery MotoGP dengan warna oranye dan grafis Repsol, layaknya motor balap Marc Marquez atau Dani Pedrosa.
Kesan pertama tentu yang terlihat adalah bodi yang lebih "semok"
dibanding model terdahulu. Lampu depan ganda, diteruskan dengan lekukan
pada fairing berpadu dengan tangki bahan bakar. Sedangkan bodi
bagian belakang pipih melebar, ditutup dengan lampu rem kecil. Knalpot
menjulang sampai setara dengan buritan, menggantikan model sebelumnya
yang lebih pendek berdiameter besar.
Panel indikator sederhana
tapi informatif, dengan takometer model jarum dan spidometer digital.
Lalu ada indikator bahan bakar, odometer, suhu mesin dan penunjuk waktu.
Semuanya jadi satu pada panel digital dengan latar warna oranye.
Performa mesin
Puas memandangi desain CBR150R lokal,
awak redaksi langsung memakai perlengkapan standar berkendara seperti
helm, jaket, sarung tangan dan sepatu. Putar kunci kontak dan tekan
tombol starter. Suara mesin 4-tak satu silinder 149,5cc ini terdengar
halus dan masih sopan di telinga.
Posisi duduk lebih nyaman jika
dibandingkan CBR150R impor dari Thailand. Tidak terlalu membungkuk,
tidak terlalu tegak. Rasanya posisi ini akan nyaman jika dipakai untuk
tunggangan sehari-hari. Pengemudi dengan tinggi 175 cm bisa dengan mudah
mendapatkan posisi terbaik berkendara. Dibandingkan dengan CB150R
Streetfire, jarak jok dengan tanah juga sedikit lebih rendah. Sektor ini
bisa menjadi poin plus CBR150R lokal sebagai motor sport yang friendly.
Torsi
besar terasa di putaran bawah, data spesifikasi menunjukkan daya
maksimal mencapai 16,8 tk pada putaran 10.500 RPM dan torsi puncak 13 Nm
pada 7.500 RPM. Akselerasi awal terasa mantap, diteruskan sampai
putaran menengah dan atas. Tak sulit untuk menyentuh kecepatan 100 kpj.
Saat gigi dipindahkan, entakkan tenaga terasa cukup besar. Kelebihan
lain, tuas kopling sangat ringan yang menjanjikan dipakai sehari-hari
melibas kemacetan kota.
Struktur bodi baru dengan rangka tubular memberikan pengendalian yang
mantap. Ditambah sistem suspensi belakang menggunakan tipe Pro-Link
mampu menjadi peredam yang baik di jalan tak rata. Motor terasa lebih
nurut saat diajak menikung dengan rebah. Suspensi depan dan sistem
pengereman cakram depan-belakang juga makin menambah rasa percaya diri.
Kesimpulan
Bila
dipilih sebagai kendaraan harian, CBR150R versi lokal bisa menjadi
pilihan baik, dengan kelebihan ergonomis dan karakternya yang mudah
dikendalikan. Daya mesin juga dirasa sudah lebih dari cukup untuk
dipakai sebagai kendaraan harian.
sumber


Tidak ada komentar:
Posting Komentar